FILSAFAT ILMU
A. Pengertian Kebenaran Ilmiah
Kebenaran adalah suatu konsep falsafati,
aspek-aspek yang dijalankan dibawah episemologi, logik dan formal. Kata
“kebenaran” dapat digunakan sebagai kata benda yang konkret maupun abstrak.
Kedudukan kebenaran pertama-tama terletak dalam diri subjek si pengenal Ada dua
hal yang harus dicatat disini bagi subjek yang mengatakan kebenaran.
1. .Proporsi
yang benar, Maksudnya ialah makna yang dikandung dalam suatu pernyataan.
2. .Proporsi
yang diuji itu memiliki kualitas, sifat atau karakteristik, hubungan dan nilai.
Alasannya adalah kebenaran tidak dapat dilepaskan dari kualitas, sifat,
hubungan dan nilai itu sendiri.
Ada berbagai macam kategori sebagaimana yang
telah disebutkan diatas, maka tidak heran jika setiap subjek memiliki persepsi
dan pengertian yang berbeda satu sama lain. Maka, kebenaran itu selalu
dikaitkan dengan 3 hal, salah satunya adalah kualitas pengetahuan. Burhanudin
Salam mengemukakan bahwa pengetahuan yang dimiliki manusia ada empat, salah
satunya adalah pengetahuan ilmu. Kebenaran non-ilmiah yaitu kebenaran yang
diperoleh bukan berdasarkan penalaran logika ilmiah. Metode non-ilmiah
merupakan suatu cara yang digunakan untuk memecahkan masalah. Namun dalam
pemecahan masalah tersebut hanya berdasarkan pada pendapat atau anggapan dari
para ahli pikir atau dari para penguasa yang dianggap benar, padahal anggapan
itu belum tentu terbukti benar.
Seringnya orang orang memandang tiga hal berikut
ini sebagai kebenaran yang tidak ilmiah, Karena di sebabkan sifat dan caranya
yang sederhana ,penuh dengan kirakira ,serta tidak dapat di jangkau oleh alat
indra manusia. hal ini mencakup : pengetahuan biasa, mitos,dan wahyu.
a. Pengetahuan
biasa Dalam kehidupan
sehari-hari manusia tidak terlepas dari proses tahu (tahap awal), dan hasilnya
disebut pengetahuan biasa (tahap kedua). Tahap ketiga ialah ilmu pengetahuan
atau pengetahuan ilmiah, yaitu pengetahuan yang tingkat validitasnya di
atas pengetahuan biasa. Contoh pengetahuan biasa, “setiap orang tahu bahwa api
itu panas.” Pengetahuan tersebut diperoleh dengan cara kontak/pengalaman
(indrawi) antara subyek dengan objek.
b. Mitos
Mitos sebenarnya bagian dari
folklore, atau cerita rakyat / hikayat.
Kualitasnyaialahsetingkatdenganlegendadandongeng Mitos itu diturunkan secara
subyektif, dalam arti kebenaranya hanya berlaku dimana berlaku dalam
masyarakatnya, dan tidak ada kaitan antara pengalaman dan penuturan. Mitos
berarti menghindar realitas, bukan menghadapi realitas. Seperti ruwatan,
patung, sesaji yang dianggap symbol yang dapat menghindarkan
malapetaka. Keyakinan adalah kemampuan yang ada pada diri manusia yang diperoleh
melalui kepercayaan. Sesungguhnya antara sumber pengetahuan berupa wahyu dan
keyakinan ini sangat sukar untuk dibedakn. Adapun keyakinan melalui kemampuan
kejiwaan manusia merupakan pematangan dari kepercayaan.
c. Wahyu
Arti wahyu secara umum adalah
bisikan, isyarat atau petunjuk , ilham, perintah, perundingan rahasia. Dalam
syara”, wahyu adalah pengetahuan yang diperoleh Nabi atau Rasul, yang berasal
dari allah dengan perantara/ tidak melalui perantara ( malaikat, mimpi, indra,
lonceng). Manusia tidak akan mengetahui hakikat wahyu secara pasti, hanya Allah
lah yang mengetahui hakekatnya. Logikanya, sesuatu yang dibawa/ disampaikan
oleh orang yang terkenal jujur dan terpelihara dari kesalahan.
B. Teori Kebenaran Non Ilmiah
Adapun teori kebenaran non-ilmiah dibagi menjadi
empat, yaitu :
1. Teori Kebenaran Proposis 3 Ermi
suhasti,filsafat ilmu,Kebenaran Proposis adalah suatu kebenaran yang dapat
diperoleh apabila proposisiproposisinya tidak lain adalah suatu pernyataan yang
kompleks. Misalkan, kita tahu bahwa ½ gelas yang berisi air kalau dilukis akan
memiliki gambar yang sama dengan ½ gelas yang kosong.
2. Teori
Kebenaran Performatif Suatu Kebenaran Performatif dianggap benar apabila memang
dapat diaktualkan dalam sebuah tindakan. Aristoteles menyatakan bahwa kebenaran
itu subjektif. Kebenaran seseorang tidaklah benar seluruhnya terhadap orang
lain. Artinya kebenaran terkadang berubah sesuai dengan pola pikir manusia atau
paradigmanya.
3. Teori Kebenaran Sintaksis Teori Kebenaran
Sintaksis adalah teori kebenaran tata bahasa, karena teori ini dipengaruhi oleh
kejiwaan dan ekspresi, maka yang menerimanya adalah mereka yang memiliki
keterkaitan kejiwaan bahkan terobsesi jika tata bahasanya mengandung nuansa
rasa.
4. Teori Kebenaran Logika Kebenaran Logika adalah
kebenaran yang sebenarnya telah menjadi fakta dan merupakan suatu pemborosan
dalam pembuktiannya. Misalkan, lingkaran harus berbentuk bulat. Para ahli
menganggap bahwa dalil aksioma tidak perlu dibuktikan, tapi sebenarnya
pembuktian itu berawal dari keraguan dan untuk meyakinkannya perlu mencari
titik temu antara agama dan ilmu. Sudah suatu kelaziman dalam berbagai bidang
keahlian maupun produk tertentu harus memenuhi standarnya, sehingga keabsahan,
kualitas dan validasinya terjamin dan dapat dipertanggung-jawabkan. Kalau tidak
begitu, tentu semua orang bisa berkata atau berbohong dan melanggar berbagai
aturan main dan kaidah yang sudah ditetapkan dan disepakati para ahli pada
setiap bidang keilmuan.
C. Cara Penemuan Kebenaran Non- Ilmiah
Upaya untuk menemukan kebenaran yang non ilmiah
dapat terlaksana dengan berbagai cara diantaranya ialah :
1. Kebenaran karena akal sehat (common
sense) Akal sehat adalah serangkaian konsep yang dipercayai dapat
memecahkan masalah secara praktis. Kepercayaan bahwa hukuman fisik merupakan
alat utama untuk pendidikan adalah termasuk kebenaran akal sehat ini.
Penelitian psikologi kemudian membuktikan hal itu tidak benar.
2. Kebenaran Agama dan Wahyu Kebenaran mutlak dan
asai dari Allah dan Rasulnya. Bererapa hal masih bisa dinalar dengan panca
indra manusia, tapi sebagian hal lain tidak.
3. Kebenaran spekulasi Kebenaran karena adnya
pertimbangan meskipun kurang dipikirkan secara matang. Dikerjakan dengan penuh
risiko, relatif lebih cepat dan biaya lebih rendah.
4. Penemuan secara kebetulan Penemuan kebenaran
secara kebetulan adalah penemuan berlangsung tanpa disengaja. Dalam sejarah
manusia, penemuan secara kebetulan itu juga yang berguna walaupun terjadinya
tidak secara ilmiah, tidak sengaja dan tanpa rencana. Cara ini untuk dapat
diterima dalam metode keilmuan untuk menggali pengetahuan atau ilmu. Kebenaran
ini juga diartikan sebagai kebenaran yang didapat dari proses luar sadar tanpa
menggunakan penalaran dan proses berfikir. Kebenaran intuitif sukar dipercaya
dan tidak bisa dibuktikan, hanya sering dimiliki oleh orang yang berpengalaman
lama dan mendarah daging di suatu bidang. Contohnya adalah kasus patung kourus
dan museum Getty.
5. Penemuan “coba dan ralat” (trial and error)
Penemuan “coba dan ralat” terjadi tanpa kepastian akan berhasil atau tidak
berhasil kebenaran yang dicari itu. Memang ada aktivitas mencari kebenaran,
tetapi aktivitas itu mengandung unsur spekulatif atau “untung-untungan”.
6. Penemuan melalui otoritas atau kewibawaan
Pendapat orang yang memiliki kewibawaan, misalnya orang-orang yang mempunyai
kedudukan dan kekuasaan sering diterima sebagai kebenaran meskipun pendapat itu
tidak didasarkan pembuktian ilmiah.
7. Penemuan Pendekatan Intutif Dalam pendekatan
intuitif orang menentukan pendapat mengenai sesuatu berdasarkan atas
pengetahuan yang langsung atau didapat dengan cepat melalui proses yang tidak
disadari atau dipikirkan terlebih dahulu. Dengan intusi orang memberikan
penilaian tanpa didahului suatu renungan. Pencapaian pengetahuan yang demikian
itu sukar dipercaya.
D. Kelemahan Kebenaran Non Ilmiah
Penemuan dengan cara yang tidak ilmiah
(non-ilmiah) adalah cara yang mudah dilakukan serta cepat didapat. Cara
non-ilmiah memiliki banyak kelemahan justru karena dengan cara ini didapat
secara cepat dan mudah. Sebagai contoh, ketika sesorang berjalan di tempat
gelap dan sunyi, tiba-tiba mendengar seperti suara benda keras terjatuh.
Kemudian orang itu bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Dengan menggunakan
cara yang tidak ilmiah pasti orang tersebut akan berpikir bahwa suara tersebut
berasal dari “penghuni” tempat itu. Namun, hal ini tidak dapat dibuktikan
karena tidak ada fakta yang mendukung persepsi tersebut. Kelemahan metode
nonilmiah ini terletak pada kemampuan dalam menemukan bukti dari penemuan
tersebut.
Komentar
Posting Komentar